Rabu, 04 Mei 2011 | By: fransisca vina wijaya

Proposal Penelitian Sampah

Proposal Penelitian
Pengaruh Pengolahan Sampah terhadap Sikap Kepedulian Warga SMA Xaverius 1

Disusun Oleh:

Kelompok 3 / XII IPA 1

David Kurniawan (08)
Dessy Carmelia Nurhadana (10)
Fransisca Vina Wijaya (20)
Ni Made Restianing Rimadhanti (36)
Novilia Ispendi Yahya (37)
Regina Maria Prista (38)
Shierly Jayanti (39)
Yosefa Adventi Wulan Desi (45)

SMA Xaverius 1
Tahun Ajaran 2010 – 2011

1. Judul Penelitian
Pengaruh Pengolahan Sampah terhadap Sikap Kepedulian Warga SMA Xaverius 1

2. Latar Belakang

Hampir setiap hari sampah terlihat berserakan walaupun kotak sampah telah teresedia di hampir setiap sudut sekolah. Hal ini mendeskripsikan kurangnya kesadaran warga SMA Xaverius 1 tentang pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Sebaiknya, sebagai warga sekolah, sudah seharusnya setiap pribadi menanamkan sikap disiplin dalam menjaga kebersihan sekolah.
Ada banyak hal menarik yang dapat diteliti lebih lanjut dari fenomena ini. Kesadaran dari masing – masing pribadi sangat ditekankan untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekolah yang sudah dianggap sebagai rumah sendiri. Selain itu, penulis mempunyai motivasi untuk mengukur seberapa jauh keinginan warga SMA Xaverius 1 dalam mengolah sampah-sampah tersebut, dan juga, dapatkah warga sekolah membangun sikap peduli terhadap kebersihan lingkungan SMA Xaverius 1?
Pendidikan di SMA Xaverius 1 bukan hanya sekedar memberikan ilmu pengetahuan, melainkan siswa-siswi juga dididik untuk mengembangkan sikap mental hidup yang baik bagi masing-masing individu dan masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini diharapkan warga sekolah lebih lebih mampu untuk peduli terhadap lingkungan sekolah. Kenyataannya, sampah – sampah itu akan sangat merugikan kehidupan di bumi dan member dampak buruk, seperti timbulnya berbagai wabah penyakit, banjir di mana – mana, udara menjadi tercemar karena sampah yang membusuk akan mengeluarkan gas yang tidak baik bagi pernapasan, lingkungan terlihat kumuh, dan lain – lain.
Di zaman sekarang ini, fenomena global warming sangat mewabah di seluruh belahan dunia. Gejala alam yang merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi ini mengharuskan setiap manusia untuk lebih mencintai lingkungan. Sebetulnya bentuk cinta manusia terhadap lingkungan dapat dilakukan dalam berbagai hal. Sebagai contoh, langkah pemerintah yang mewajibkan warga negara untuk menanam paling sedikit satu pohon di setiap rumah. Sebagai sekolah yang mengutamakan kualitas yang tidak semata – mata hanya mementingkan prestasi akademik, SMA Xaverius 1 sudah sepatutnya mendukung kebersihan lingkungan dan ikut berpartisipasi dalam mewujudkan motto “Save the Earth “.
Tidak dapat disangkal bahwa sampah adalah konsekuensi kehidupan, yang sering menimbulkan masalah, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah individu dan ragam aktivitasnya. Oleh sebab itu, penulis tertarik dengan konsep pengolahan sampah sebagai wujud pemahaman bahwa sampah dipandang sebagai sumber daya. Tentu saja hal ini hanya dapat terwujud jika individu merubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengola sampah. Konsep ini terutama perlu diperkenalkan lebih luas bagi generasi muda seperti siswa-siswi SMA Xaverius 1.
Dengan demikian, adakah upaya warga sekolah untuk berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan rasa cinta terhadap lingkungan terutama lingkungan sekolah SMA Xaverius1. Pertanyaan inilah yang medasari ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pengolahan Sampah terhadap Sikap Kepedulian Warga SMA Xaverius 1”.

3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis menetapkan rumusan masalah sebagai berikut:
3.1 Jelaskan beberapa metode pengolahan sampah?
3.2 Apa saja dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh warga SMA Xaverius 1 sebagai akibat dari pengolahan sampah?
3.3 Apakah metode pengolahan sampah dapat meningkatkan sikap peduli warga SMA Xaverius 1 terhadap kebersihan lingkungan sekolah?

4. Tujuan Penelitian
Berikut tujuan penelitian berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dibahas :
4.1 Bagi siswa-siswi SMA Xaverius 1
4.1.1 Untuk memberikan rangsangan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
4.1.2 Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman didalam berbagai bidang seperti seni, sains, ekonomi, dll.
4.1.3 Untuk membangun motivasi dalam hal mengolah sampah yang biasa hanya dipandang sebelah mata biasa lebih diperhatikan.
4.1.4 Untuk membantu sekolah dalam hal kebersihan lingkungan.
4.2 Bagi Kepala Sekolah SMA Xaverius 1
4.2.1 Untuk menyadarkan bahwa sampah merupakan hal yang cukup penting didalam sebuah sekolah bukan hanya sebuah barang tidak berharga.
4.3 Bagi Guru SMA Xaverius 1
4.3.1 Untuk membantu atau mendorong siswa-siswi SMA Xaverius 1 untuk lebih memperhatikan sampah khususnya dilingkungan sekolah.
4.3.2 Untuk dapat membantu dan mengarahkan siswa-siswi dalam pengolahan dengan cara memberikan informasi mengenai pengolahan sampah.
4.4 Bagi Karyawan sekolah bidang kebersihan
4.4.1 Untuk memotivasi dalam mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna.
4.4.2 Agar dapat menambah penghasilan dari hasil pengolahan sampah.
4.5 Bagi lingkungan sekolah SMA Xaverius 1
4.5.1 Agar lingkungan sekolah menjadi bersih dan sampah yang ada tidak terlalu menumpuk.
4.5.2 Agar pemandangan sekolah menjadi lebih indah dan asri.

5. Batasan Masalah
Mengingat begitu luasnya ruang lingkup dalam penelitian ini, maka penulis membatasi permasalahan tersebut pada:
5.1 Melihat fakta bahwa ada banyak jumlah sekolah menengah di Palembang, maka dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan warga SMA XAVERIUS 1 sebagai objek penelitian.
5.2 Penulis mengelompokkan objek penelitian yang merupakan warga SMA XAVERIUS 1yang secara keseluruhan berjumlah 100 individu berdasarkan peran dan kedudukan yang terdiri dari 95 siswa, 3 guru, dan 2 karyawan.
5.3 Suatu hal yang tidak mungkin bagi penulis untuk meneliti semua jenis pengolahan sampah yang dilakukuan oleh warga SMA XAVERIUS 1 sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, maka dalam penelitiaan ini penulis membatasinya dengan mengamati secara objektif kebiasaan membuang sampah warga SMA Xaverius 1 dari segi pengelompokkan sampah organik dan non-organik .
5.4 Data penelitiaan yang digunakan merupakan hasil penelitian penulis dengan melakukan pengamatan objektif terhadap kebiasaan warga SMA XAVERIUS 1 dalam membuang sampah di lingkungan sekolah dan juga melalui studi pustaka, sistem wawancara dan angket yang dilakukan kepada objek penelitian.
5.5 Alat bantu yang digunakan untuk menganalisa data statistik agar dapat diolah,
ditampilkan, dan dimanipulasi sehingga dapat menyajikan suatu informasi dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak EViews 5.0.

6. Landasan Teori

Metode Pengolahan Sampah

Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Pengolahan sampah memiliki tujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan, lingkungan, atau keindahan, memulihkan sumber daya alam, dan mengubah sampah menjadi materialyang memiliki nilai ekonomis, dan tidak berbahaya. Pengolahan sampah memiliki manfaat untuk penghematan sumber daya alam, penghematan energi, penghematan lahan TPA, dan menjadikan lingkungan asri. Metode dari pengolahan sampah tergantung dari tipe zat sampah, tanah yang digunakan untuk mengolah, dan ketersediaan area. Ada lima metode pengolahan sampah antara lain pembuangan, pembakaran atau kremasi, daur ulang, pengkomposan, dan minimalisasi sampah.
Metode pembuangan dapat dilakukan dengan penimbunan darat yaitu pembuangan yang dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang pertambangan atau lubang-lubang dalam. Berbeda dengan metode pembuangan, metode pembakaran atau kremasi melibatkan pembakaran zat sampah yang berubah menjadi panas, gas, uap, dan abu.
Ada dua jenis metode daur ulang yaitu mengambil bahan sampah untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar untuk membangkitkan listrik dan mengumpulkan serta menggunakan kembali sampah yang dibuang. Sampah yang bisa kita daur ulang antara lain sampah kaleng minum aluminium, kaleng baja makanan/minuman, botol kaca, botol HDPE dan PET, kertas karton, koran, majalah, kardus, dan plastik. Selain metode daur ulang, ada pula metode pengkomposan yang bisa digunakan sebagai pupuk dan pembangkit listrik karena mengandung gas methana. Sampah yang bisa kita buat sebagai pupuk seperti sampah sisa makanan, kertas, dan zat tanaman.
Metode minimalisasi sampah dapat kita lakukan dengan berbagai cara antara lain penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, da menghindari penggunaan barang satu kali pakai. Tidak hanya itu, kita dapat juga mendesain produk supaya bisa diisi ulang dan digunakan lagi atau kita dapat mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama.

Sikap Kepedulian Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan

Baru-baru ini masalah sampah sangat memprihatinkan banyak kalangan. Tidak hanya masyarakat umum saja yang merasakannya tetapi pemerintah pun turut menikmatinya. Untuk membina kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah, pemerintah pun sudah membuat Undang-Undang no. 4 tahun 1982 pasal 2 ayat 1 tentang Pokok-Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup. Undang-Undang itu berbunyi bahwa barang siapa merusak dan mencemari lingkungan harus memikul tanggung jawab dan kewajiban membayar ganti rugi.
Tidak hanya membuat Undang-Undang, ada beberapa bentuk kepedulian yang sampai saat ini dapat kita ketahui yaitu Gerakan Ramah Lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Kota Palembang. Gerakan itu mewajibkan setiap kelurahan menyiapkan dua tempat percontohan “ramah lingkungan”, dan melaksanakan program Tri Bina. Namun, semua itu tidak dapat berjalan baik karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Oleh karena itu untuk membina kesadaran masyarakat, ada beberapa cara antara lain dengan mencanangkan dan menjalankan program 3R, masyarakat harus terlibat dalam kegiatan mendaur ulang sampah yang masih memiliki nilai ekonomi secara mandiri, mengurangi penggunaan barang yang tidak seharusnya dengan mempromosikan penggunaan tas belanja dan pengurangan bahan yang dapat menimbulkan sampah, memberikan penyuluhan dan pendidikan secara terencana, peran media yang harus dioptimalkan, peraturan tentang sampah dan penegakannya, dan masuk dalam kurikulum pendidikan.

Program Bank Sampah Untuk Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Dua puluh sekolah dasar di Palembang akan mendapat bantuan masing-masing senilai Rp 300 ribu. Dana itu berasal dari program tanggung jawab sosial atau CSR PT Indofood. Sekolah yang sudah dibantu harus memanfaatkan uang itu untuk mengelola sampah di sekolah masing-masing jadi bernilai ekonomis. Setidaknya, sekolah-sekolah itu sudah memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik itu dapat dijual lagi. Sementara, sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos. Nama program adalah “Bank Sampah”. Sesuai dengan namanya, pelajar harus menabung dalam bentuk sampah yang telah dikelompokkan sesuai jenisnya.
Sampah dan pupuk yang sudah ditabung pelajar itu akan dijual. Uangnya akan digunakan untuk kepentingan sekolah. Pemerintah membidik pelajar di sekolah dasar sebagai tahap awal program ini. Tujuannya, selain menumbuhkan kreatifitas, juga agar pelajar kian peduli dan cinta dengan lingkungan sedari dini.

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah
http://cetak.bangkapos.com/tbangka/read/21278.html
http://infokito.wordpress.com/2008/02/22/pabrik-pengolahan-sampah-di-prabumulih-siap-operasi/
http://kominfo.palembang.go.id/?nmodul=berita&bhsnyo=id&bid=317

7. Hipotesis
Penulis menduga dengan memberikan pengetahuan tentang metode dan manfaat pengolahan sampah kepada warga SMA Xaverius 1 akan meningkatkan sikap kepedulian individu terhadap kebersihan lingkungan.

8. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada karya ilmiah ini adalah studi pustaka, metode angket dan metode wawancara.

8.1 Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan cara penulis untuk membangun kerangka berpikir atau dasar teori. Kerangka berpikir akan dimanfaatkan oleh penulis makalah guna menganalisis masalah. Tujuan dari studi pustaka ini adalah untuk memperoleh referensi yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan dan metode untuk menyelesaikan penelitian. Pada tahap ini penulis mengumpulkan berbagai arsip, data serta teori yang berhubungan dengan permasalahan yang ada dalam berbagai sumber (Buku, internet, surat kabar, dll.)
Studi pustaka mempunyai tiga fungsi yang penting. Pertama, memberikan gambaran tentang topik masalah kepada pembaca; kedua, meyakinkan pembaca bahwa penulis mengetahui banyak hal tentang topik masalah yang sedang diteliti; ketiga, mengembangkan wawasan tentang bidang studi yang diteliti. Sedangkan urutan kutipan (citation) dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, dimulai dari hasil penelitian atau pustaka yang paling jauh hubungannya (most distantly related) ke hasil peneletian atau pustaka yang paling dekat hubungannya (most closely related); kedua, menggunakan urutan kronologis; dan ketiga mengelompokkan menurut pendekatan-pendekatan yang berbeda (different approaches) kemudian kutipan-kutipan dalam masing-masing kelompok ditulis secara kronologis atau dari umum ke khusus (Weissberg & Buker, 1990: 41-45)

8.2 Angket
Angket adalah alat untuk mengumpulkan data yang berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis. Metode angket memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dari metode angket adalah:
• Praktis karena dalam waktu singkat banyak data yang diperoleh meskipun tempatnya berjauhan.
• Ekonomis, terutama dari segi tenaga.
• Responden dapat menjawab dengan terbuka atau leluasa (tidak terpengaruh dengan orang lain).
• Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
• Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
• Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing – masing dan menurut waktu senggang responden.
• Dapat dibuat anonym sehingga responden bebas jujur dan tidak malu – malu menjawab.
• Dapat dibuat terstandar sehinga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar – benar sama.
Sedangkan kelemahan dari metode ini, yaitu:
• Jika ada pertanyaan yang kurang jelas, tidak bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut.
• Pertanyaan dalam angket biasanya bersifat agak kaku, tidak kondisional dan tidak komunikatif.
• Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati atau tidak terjawab.
• Sukar dicari validitasnya.
• Walaupun dibuat anonym, kadang – kadang responden dengan sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur.
• Seringkali tidak kembali, terutama jika dikirim lewat pos.
• Waktu pengembaliannya tidak bersamaan, bahkan terkadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat.
Dipandang dari cara menjawabnya, maka angket dibedakan menjadi dua:
1. Kuisioner terbuka, yang memberi kesempatan pada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
2. Kuisioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden hanya melilih.
Dilihat dari bentuk jawaban, penulis menetapkan untuk menggunakan teknik angket tertutup. Dalam angket tertutup tersebut, pertanyaan diberikan dalam bentuk pilihan ganda dengan jawaban – jawaban yang telah penulis sediakan dan disesuaikan dengan pertanyaannya.

8.3 Wawancara
Metode wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih mendalam daripada metode angket. Tujuan dari metode wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap dan jelas mengenai permasalahan yang dibahas dalam topik penelitian.

9. Populasi dan Sampel

9.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah warga sekolah SMA Xaverius 1, dengan jumlah sebanyak 95 siswa yang mengikuti kegiatan belajar di SMA Xaverius 1, dan sebanyak 3 guru yang mengajar di SMA Xaverius 1 dan 2 penjaga kebersihan sekolah.
9.2 Teknik Pengambilan Sampel
Sampel di dalam peneletian ini secara keseluruhan ada 100 orang, yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga kebersihan sekolah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling, yaitu mengambil sampel sesuai dengan tujuan penelitian yang berdasarkan kelompok secara acak. Kelompok yang dimaksudkan dalam penelititan ini yaitu kelompok yang mempunyai kedudukan dan peran masing-masing sebagai warga SMA Xaverius 1.

10. Sarana dan Prasarana

10.1 Sarana
Alat bantu yang digunakan dalam penelitian antara lain kertas angket, tape recorder, perangkat lunak EViews 5.0. EViews merupakan perangkat lunak berbasis windows untuk menganalisa data statistik agar dapat diolah, ditampilkan, dan dimanipulasi sehingga dapat menyajikan suatu informasi sesuai kehendak pengguna.
10.2 Prasarana
Dalam penelitian ini, narasumber yang diperlukan adalah referensi pengetahuan bersumber dari internet, buku, dan juga pihak-pihak yang terkait dalam bidang penelitian ini.

11. Analisis Pengolahan Data
Teknik analisis dan penafsiran data dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah yang direkomendasikan oleh Yin (1994), seperti dikutip oleh Tellis (1997), yang menyatakan bahwa analisis data dilakukan dengan penelaahan, kategorisasi, melakukan tabulasi data dan atau mengkombinasikan bukti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Prosedur ini diawali dengan : 1) menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, dalam hal ini adalah dari hasil wawancara, kuesioner, maupun analisis dokumen; 2) setelah ditelaah maka langkah selanjutnya adalah mengadakan apa yang dinamakan reduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan kunci yang perlu dijaga agar tetap berada didalamnya; 3) langkah berikutnya adalah menyusunnya kedalam satuan-satuan untuk kemudian dikategorisasikan; 4) melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik tertentu dan 5) diakhiri dengan penafsiran data.
Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber yaitu buku, internet, hasil angket, dan hasil wawancara akan dikelompokkan agar mudah dipahami. Setelah itu, data yang merupakan hasil angket dan wawancara akan penulis tampilkan dalam bentuk tabel atau garafik. Sementara, data bersumber dari buku dan internet akan ditampilkan dalam paragraf – paragraf yang teratur sesuai dengan tujuan penelitian.
Akhirnya, data dari tabel, grafik, dan paragraf akan ditindaklanjuti dengan membandingkan data-data dari sumber yang ada untuk mengetahui tingkat validitas data serta menentukan kesimpulan hasil penelitian sebagai tahap akhir penulisan laporan penelitian.

12. Sistematika Laporan

KULIT MUKA
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Metode Pengolahan Sampah
2.2 Sikap Kepedulian Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Metode Pengumpulan Data
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Sarana dan Prasarana
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

13. Sistematika Kerja

No Hari, Tanggal Kegiatan Keterangan
1 Senin, 26 Juli 2010 Menentukan topik penelitian terlaksana
2 Kamis, 29 Juli 2010 Menentukan judul penelitian terlaksana
3 Senin, 2 Agustus 2010 Penulisan proposal terlaksana
4 Kamis, 26 Agustus 2010 Presentasi hasil proposal terlaksana
5 Kamis, 9 September 2010 Pengambilan data penelitian belum terlaksana
6 Senin, 13 September 2010 Analisis data penelitian belum terlaksana
7 Kamis, 23 September 2010 Penulisan laporan penelitian belum terlaksana
8 Senin, 27 September 2010 Presentasi hasil peneletian belum terlaksana

14. Personalia Penelitian

14.1 Ketua Peneliti
Nama Lengkap : Fransisca Vina Wijaya
Pekerjaan : Pelajar SMA Xaverius 1
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jalan Veteran no.927 Palembang
Telepon/E-mail : 0711-377999 / fransiscavina@yahoo.com

14.2 Jumlah anggota : 7orang
Nama Anggota 1 : David Kurniawan
Nama Anggota 2 : Dessy Carmelia Nurhadana
Nama Anggota 3 : Ni Made Restianing Rimadhanti
Nama Anggota 4 : Novilia Ispendi Yahya
Nama Anggota 5 : Regina Maria Prista
Nama Anggota 6 : Shierly Jayanti
Nama Anggota 7 : Yosefa Adventi Wulan Desi

15. Rencana Biaya Penelitian

No Keterangan Debit Kredit
1 Penyusunan proposal Rp 30.000,00 -
2 Pengambilan data Rp 50.000,00 -
3 Analisis data Rp 70.000,00 -
4 Penulisan Laporan Rp 50.000,00 -
5 Seminar hasil penelitian Rp 100.000,00 -
6 Sumbangan Sekolah - Rp 100.000,00
7 Kas - Rp 200.000,00
Jumlah Rp 300.000,00 Rp 300.000,00


16. Penutup
Demikianlah rencana penelitian ini penulis lakukan beserta anggaran dananya. Penulis berharap agar penelitian ini dapat terlaksana dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang baik pula bagi semua pihak. Oleh sebab itu, penulis sangat berharap bantuan dan dukungan dari semua pihak terkait.
Akhir kata, penulis mohon maaf apabila ada kesalahan kata atau hal – hal dalam proposal ini yang kurang berkenaan di hati Bapak/ Ibu. Atas perhatian dan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, penulis ucapkan terima kasih.

Palembang, 5 Agustus 2010


Ketua Panitia
Fransisca Vina Wijaya



Lampiran 1

Rancangan Angket

1. Apakah anda pernah membuang sampah sembarangan?
a. Ya
b. Sesekali
c. Tidak sama sekali

2. Kalau ya, apakah anda pernah merasakan efek negatif dari perbuatan tersebut?
a. Ya, sebagai dampaknya lingkungan sekitar tampak kotor.
b. Ya, sebagai akibatnya lingkungan sekitar sering terkena banjir.
c. Tidak

3. Pernahkah anda berpikir untuk mengolah sampah rumah tangga di lingkungan sekolah anda?
a. Ya
b. Ada tapi malas
c. Tidak sama sekali

4. Menurut anda, perlukah kegiatan atau ekstrakulikuler daur ulang, guna mengolah sampah di lingkungan sekolah?
a. Tentu saja, karena mengolah sampah dapat membangun kreatifitas siswa-siswi SMA Xaverius 1.
b. Tentu saja, karena mengolah sampah dapat membangun sikap kepedulian siswa-siswi terhadap kebersihan lingkungan.
c. Tidak, karena mengolah sampah tidak memberi manfaat yang berarti.

5. Bagaimana menurut anda, tingkat kepedulian warga SMA Xaverius 1 ini terhadap lingkungan sekolah mereka?
a. Sangat baik
b. Baik
c. Buruk



Lampiran 2

Rancangan Pertanyaan Wawancara
Subjek wawancara : Penjaga Kebersihan Sekolah

1. Sudah berapa lama anda bekerja di SMA Xaverius 1 sebagai petugas kebersihan?

2. Bagaimana menurut anda, tingkat kepedulian warga SMA Xaverius 1 terhadap lingkungan sekolah mereka?

3. Menurut anda, perlukah diadakan suatu kegiatan atau ekstrakulikuler sejenis daur ulang guna mengolah sampah dan meningkatkan kepedulian warga sekolah?

4. Pernahkah anda melihat pengolahan sampah atau mengolah sampah?

5. Apakah dampak positif pengolahan sampah terhadap kehidupan sehari-hari?

6. Menurut anda, adakah hubungan antara pengolahan sampah dan tingkat kepedulian lingkungan? Apakah proses pengolahan sampah, secara tak langsung membuat tingkat kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan meningkat?

7. Sebagai petugas kebersihan, apakah anda telah menerapkan hidup bersih dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan anda?

0 komentar:

Poskan Komentar